Dia

adalah niagara yang menumpahkan air dalam kerapuhan mimpimimpi ku

membangkitkan aku dari ranjang tua ketakutanketakutan

pantai pasir putih yang tersengat bulan

menjadi saksi bisu dalam satu pualam putih

ingin rasanya ku hempaskan hatiku dalam satu rentangan tanganmu

ingin rasanya ku biarkan liar nafasmu melumat jiwaku

ingin ku berteriak di dalam hangatnya bibirmu

namun tak cukup hanya itu untuk mengawali kebahagiaan

tiada kutahu kapan kutelah menyayangimu

tiada perlu kau tahu isi hati ini

karena tak ada kewajiban untukmu membalasnya

Dari pertemuan waktu yang kutinggalkan saat itu

bolehkah aku katakan rindu

karena wujudmu kini hanya sesosok bayang-bayang terbang malam

nalarku mati saat meninggalkanmu

 

hanya ambang bimbang yang menemaniku kini

kemarin aku bertemu malam, dia bertanya kemana dirimu

hilang bersama bintang jawabku…

*puisi bukan untuk siapa-siapa*