Jumat kemarin saya mendapat telfon dari seorang teman lama. Kaget juga mendengarnya, lama tak bertemu tiba-tiba dia mengumumkan berita pernikahannya. Alhamdulillah akhirnya saat itu datang kepadanya. Tapi yang membuat saya geli, heran dan juga takjub, disela-sela berita gembiranya itu terselip beberapa Gossip tentang teman-teman kita. Dia bercerita bahwa si “ini” di kabarkan berselingkuh, si “itu” dikabarkan melahirkan tanpa suami, si “dia” dikabarkan di pecat dari kantornya…saya yang mendengarnya hanya bisa diam dan mengangguk-anggukkan kepala walau dia tidak melihatnya.
Hmmm…sebenarnya masalah gossip bukan hal yang luar biasa untuk dibahas. Mulai dari orang biasa, artis dan pejabat semua sangat dekat dengan bahasa gossip. Namun yang orang sering lupa adalah impact pada orang yang digosipkan. Ada yang masa bodo, ada yang tidak mau mendengar, tapi ada juga yang dimasukkan ke hati dan dipikirkan sampai perih. Apakah ada Gossip yang baik? Yang intinya murni membicarakan berita ttg seseorang tanpa menjelek-jelekkan atau menghujat sana-sini? Sepertinya Gossip itu sendiri sudah mengalami pergeseran ke arah yang lebih negatif…
Berbicara dengan teman saya malah membuat saya melamun, mengingat saat dimana saya harus membangun image saya kembali. Gossip yang saya dapatkan saat itu juga bukan sembarangan, cukup membuat diri saya shock, malu, juga hati saya sakit karenanya. Ada saatnya dimana saya merasa sangat yakin dengan diri saya, dengan kemampuan yang saya miliki, dengan segala obsesi dan cita-cita yang saya punya. Tapi saat itu saya ada dalam posisi dimana saya benar-benar meragukan diri sendiri.
Benarkah yang orang omongkan tentang saya itu? Tidak ada asap kalau tidak ada api, benarkah itu kesalahan saya? Haruskah saya merubah semua yang sudah saya lakukan? Tidakkah mereka melihat kebenarannya dahulu sebelum membuat kata-kata pedih yang keluar dari mulut mereka? Ingin saat itu rasanya saya berteriak “Its none of your business!!” tapi saya tidak bisa mengatur apa yang orang fikirikan, apa yang orang maui, apa yang orang sukai.
Manusia yang baik adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Bagaimana bisa disebut bermanfaat jika kita masih mengurusi hal yang tidak sepatutnya diurusi…
Masih mendengarkan suara teman saya yang terus berbicara tentang orang lain, saya jadi tertawa sendiri…hahahaha…sepertinya saya sendiri juga harus introspeksi diri, saya pun tak lepas dari salah, sama seperti dia dan mereka. Sebelum mengajarkan orang lain, saya sendiri juga harus bisa memulai berbicara yang bermanfaat atau lebih baik diam adanya…
June 9, 2008 at 4:44 am
Sutralah, biasa sajah, jika itu fitnah maka kebaikan yang akan kita dapatkan nanti, semoga.
Jadi kita digosipin Moms?
Kok bisa?? Siapa yang bocorin rahasia kitaa???
Heuheuheu,
SEMANGAD Moms!!!
June 9, 2008 at 4:58 am
Diam itu emas lho ….
June 11, 2008 at 6:35 am
Susah ya mmy nghindarin dari gossip ini, di sekitar kita gossip-gossip itu bertebaran kaya daun2 jatoh… (*heheh… lagi ga nyambung mode on). Setuju mas BanNyu deh mmy.. mendingan diam. ikutan dengerin orang bergossip juga sama aja. ngomongin orang pilihannya kan jadi cuma 2, antara ghibah ato fitnah… ihhh.. syereeem..
*ngumpet di belakang mommy sambil nutup mata
June 12, 2008 at 9:03 am
mommy….im coming. ih…blognya manis deh…simple, so sweeeeet. cieeeeh……
congratz aja deh ama temennya moomy! semoga langgeng nitip salam dunk!
————————————————————————
Om Harryyy!!! Duuhh gue seneng deh dikunjungi
mamaciihh yaaaaa
September 12, 2008 at 4:15 am
biasa jeng…
susahlah jd celeb kayaq qta…
kasihlah mereka pekerjaan utk gossip in qta…
hehehehe…