June 2008


Allah Yang Maha Pemurah, terimakasih Engkau telah menciptakan dia dan mempertemukan saya dengannya.

 

Rinduku adalah nyanyian yang tak mampu menembus dalamnya samudra

ajari aku tentang lagu itu sayang

agar aku dapat menari bersama bintang-bintang yang terhampar di langit luas

agar aku dapat bernyanyi bersama taburan kunang-kunang senja yang bersinar

dan ajari aku tentang lagu itu

agar aku dapat kuat menghadapi hidup ketika kau tak ada di sisiku

agar aku dapat mengerti alasan yang tepat mengapa aku mencintaimu…

 

Namun malam itu

rintik-rintik hujan di luar jendela bertepuk dihadapan ku

hawa dingin merasuk tulangku

awal indah yang kubisikkan di rasa dan sanubarimu

menjadi akhir yang menghancurkan duniaku

tiada bayang yang terlihat

tiada asa yang kukecap

setelah itu kita kehilangan bentuk

berselimut awan hitam

betapa cemburu hatiku, sayang

melihat kau akan bersanding dengannya

maafkan aku sayang aku tak kuasa menahannya

betapa waktu itu aku ingin masih terus berharap

untuk memilikimu

tetapi tidaklah semudah itu keadaannya

kita begitu berbeda

kau dan aku tidak akan bisa menyatukan kehidupan kita

begitu terlarangkah cinta kita?

 

Terimakasih untuk saat-saat indah yang kita nikmati bersama.

terimakasih untuk setiap pertemuan yang kita lalui bersama.

terimakasih untuk setiap saat-saat manis yang kita lewati

biarkan diriku merindukan kehadiran mu

biarkan diriku melabuhkan hati di hati mu

jangan kikis pesona mu dari pelupuk mata ku

dan tanamlah terus di relung hati ku

biarkan hanya dinding dinding hati ku yang melukis bayang mu

tidak perlu dirimu yang menggapai mimpi mimpiku

 

Hilang Mencari…

Hilang Bertepi…

Hilang Dua Sisi…

 

Jadilah kehendak-Mu dan bukan kehendak saya yang jadi dalam setiap bagian hidup saya, yaa Allah.

Amin…

“Yesterday is history. Tomorrow is a mystery. Today is a gift. That’s why its called the present”

Dibaca dan terus dibaca kata-kata ini tambah bermakna rasanya. Sebuah Quote dari Eleanor Roosevelt, sederhana, simple tapi bisa membuat hati saya semangat.

Teman…berawal dari saya dan kamu, menjadi saya dan kita, lalu menjadi kita dan kami, akhirnya menjadi Circle of Friends…Banyak orang yang hadir dalam hidup kita, tapi hanya Teman Sejati yang meninggalkan pecahan kaca indah yang tertanam di hati kita.

Semoga saya selalu dikelilingi orang-orang seperti itu.

Dia

adalah niagara yang menumpahkan air dalam kerapuhan mimpimimpi ku

membangkitkan aku dari ranjang tua ketakutanketakutan

pantai pasir putih yang tersengat bulan

menjadi saksi bisu dalam satu pualam putih

ingin rasanya ku hempaskan hatiku dalam satu rentangan tanganmu

ingin rasanya ku biarkan liar nafasmu melumat jiwaku

ingin ku berteriak di dalam hangatnya bibirmu

namun tak cukup hanya itu untuk mengawali kebahagiaan

tiada kutahu kapan kutelah menyayangimu

tiada perlu kau tahu isi hati ini

karena tak ada kewajiban untukmu membalasnya

Dari pertemuan waktu yang kutinggalkan saat itu

bolehkah aku katakan rindu

karena wujudmu kini hanya sesosok bayang-bayang terbang malam

nalarku mati saat meninggalkanmu

 

hanya ambang bimbang yang menemaniku kini

kemarin aku bertemu malam, dia bertanya kemana dirimu

hilang bersama bintang jawabku…

*puisi bukan untuk siapa-siapa*

Jumat kemarin saya mendapat telfon dari seorang teman lama. Kaget juga mendengarnya, lama tak bertemu tiba-tiba dia mengumumkan berita pernikahannya. Alhamdulillah akhirnya saat itu datang kepadanya. Tapi yang membuat saya geli, heran dan juga takjub, disela-sela berita gembiranya itu terselip beberapa Gossip tentang teman-teman kita. Dia bercerita bahwa si “ini” di kabarkan berselingkuh, si “itu” dikabarkan melahirkan tanpa suami, si “dia” dikabarkan di pecat dari kantornya…saya yang mendengarnya hanya bisa diam dan mengangguk-anggukkan kepala walau dia tidak melihatnya.

Hmmm…sebenarnya masalah gossip bukan hal yang luar biasa untuk dibahas. Mulai dari orang biasa, artis dan pejabat semua sangat dekat dengan bahasa gossip. Namun yang orang sering lupa adalah impact pada orang yang digosipkan. Ada yang masa bodo, ada yang tidak mau mendengar, tapi ada juga yang dimasukkan ke hati dan dipikirkan sampai perih. Apakah ada Gossip yang baik?  Yang intinya murni membicarakan berita ttg seseorang tanpa menjelek-jelekkan atau menghujat sana-sini? Sepertinya Gossip itu sendiri sudah mengalami pergeseran ke arah yang lebih negatif…

Berbicara dengan teman saya malah membuat saya melamun, mengingat saat dimana saya harus membangun image saya kembali. Gossip yang saya dapatkan saat itu juga bukan sembarangan, cukup membuat diri saya shock, malu, juga hati saya sakit karenanya. Ada saatnya dimana saya merasa sangat yakin dengan diri saya, dengan kemampuan yang saya miliki, dengan segala obsesi dan cita-cita yang saya punya. Tapi saat itu saya ada dalam posisi dimana saya benar-benar meragukan diri sendiri.

Benarkah yang orang omongkan tentang saya itu? Tidak ada asap kalau tidak ada api, benarkah itu kesalahan saya? Haruskah saya merubah semua yang sudah saya lakukan? Tidakkah mereka melihat kebenarannya dahulu sebelum membuat kata-kata pedih yang keluar dari mulut mereka? Ingin saat itu rasanya saya berteriak “Its none of your business!!” tapi saya tidak bisa mengatur apa yang orang fikirikan, apa yang orang maui, apa yang orang sukai.

Manusia yang baik adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Bagaimana bisa disebut bermanfaat jika kita masih mengurusi hal yang tidak sepatutnya diurusi…

Masih mendengarkan suara teman saya yang terus berbicara tentang orang lain, saya jadi tertawa sendiri…hahahaha…sepertinya saya sendiri juga harus introspeksi diri, saya pun tak lepas dari salah, sama seperti dia dan mereka. Sebelum mengajarkan orang lain, saya sendiri juga harus bisa memulai berbicara yang bermanfaat atau lebih baik diam adanya…

Bolehkah ku tertawa disaat kau ada…

Bolehkah ku menangis di saat semuanya hampa…

Bolehkah ku diam saat kau bicara…

Bolehkah ku terharu atas perhatian yang ada…

Bolehkah ku berfikir apa adanya…

Bolehkah ku minta dirimu yang sama…

Bolehkah ku merasa bahagia, disaat arti cinta tertutup asa…

*fur my lovely Pooh…*