Aku bukan Wonder Woman mu
Yang Bisa Terus menahan
Rasa sedih karna mencintaimu…
Hatiku ini bukanlah hati
Yang terbuat dari besi dan baja
Hatiku ini bisa hancur dan rapuh…
Sekelumit bait lagunya Mulan Jameelah membuat saya tersentak…saya tidak menyukai lagu itu, dan biasanya pun saya hanya dengar sekilas saja, tidak pernah mendalami baitnya. Ternyata setelah saya dengarkan syair nya, sungguh kata-kata yang membuat saya bisa terdiam sejenak.
Saya mencoba berfikir, apakah wanita yang mencoba bertahan dengan cinta yang menyakitinya pantas disebut Wonder Woman? Wanita Super?
Di waktu yang lalu saya pernah melihat pemilihan ratu kecantikan di televisi, semua wanita yang ada disitu cantik mendekati sempurna, dengan badan yg tinggi semampai, kulit halus tak bernoda, hidung bangir, mata indah, bibir merekah, dan semua detail tubuhnya yg membuat setiap orang terdecak kagum padanya. Dalam hal IQ mereka juga tidak sembarangan, jeblosan Universitas2 terkenal di negara nya masing-masing. Dan pada saat interview jawabannya harus yang “smart” untuk menunjukkan bahwa mereka pantas menyandang gelar ”Ratu” itu. Apakah wanita2 itu bukan Wonder Woman?
Jadi apakah Wonder Woman itu? Apakah wanita-wanita yang berjuang di medan perang untuk membela tanah air bahkan agamanya? Atau wanita yang merelakan kehidupan glamour dan memilih berkutat di pedesaan untuk menjadi guru, dokter atau pengabdi masyarakat kecil? Atau bahkan seorang Ibu yang berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan anaknya?
Banyak sekali deskripsi wanita-wanita super yg ada dikepala saya, sungguh saya tidak bisa menentukan mana yang lebih super diantara wanita-wanita itu. Jika saya bahas tentu tidak akan ada habisnya.
Tapi yang saya lihat di bait lagu Mulan Jameelah itu adalah seorang wanita yang tersiksa karna kekasihnya. Selama ini dia cukup bersabar yang dengan akhirnya dia menyadari bahwa kesabaran dia ada batasnya.
Hhhmmm benar-benar membuat saya geram, kalau tersiksa kenapa harus dipertahankan? Wanita adalah makhluk mulia. Dekat ke hati untuk dicintai, Dekat ke tangan untuk dilindungi. Wanita adalah sosok yang kuat, Wanita adalah sosok yang perkasa, Sungguh wanita bukanlah sosok yang lemah. Tapi kenapa masih ada laki-laki yang melecehkan wanita? Laki-laki dan perempuan bukanlah musuh yang saling merendahkan posisi dan menghinakan tugas. Keduanya adalah belahan tak terpisahkan dalam kemuliaan Nya.
Ternyata jawabannya tak semudah yg saya fikirkan.
Saya stop pemikiran saya saat ini, semua pasti akan berhubungan, dan semua pasti akan ada bantahannya. Bahagia lah wahai engkau wanita dengan segala kelebihan dan kekurangannya…
May 30, 2008 at 9:13 am
aha…. udah di tengokin neh blog barunya….
sseeeeppp….dah…
May 30, 2008 at 9:21 am
gak gue bangget yah
June 2, 2008 at 2:23 am
welcome….!!!
duh ber-”metamorfosis” nih ceritanya.
kok langsung bilang “gak gue bangget yah”… gara2 terbiasa rame2, trus sekarang jadi agak “kalem” (ehm), trus ngerasa bukan jadi diri sendiri gitu…
TENANG…. ga ada yang protes kok (setidaknya belum)… hehe..
June 4, 2008 at 10:20 am
Heuheuheu
Kania lagi berpantun ria ^_^
September 12, 2008 at 8:27 am
cinta mengalahkan segalanya…