May 2008


Aku bukan Wonder Woman mu

Yang Bisa Terus menahan

Rasa sedih karna mencintaimu…

Hatiku ini bukanlah hati

Yang terbuat dari besi dan baja

Hatiku ini bisa hancur dan rapuh…

Sekelumit bait lagunya Mulan Jameelah membuat saya tersentak…saya tidak menyukai lagu itu, dan biasanya pun saya hanya dengar sekilas saja, tidak pernah mendalami baitnya. Ternyata setelah saya dengarkan syair nya, sungguh kata-kata yang membuat saya bisa terdiam sejenak.

Saya mencoba berfikir, apakah wanita yang mencoba bertahan dengan cinta yang menyakitinya pantas disebut Wonder Woman? Wanita Super?

Di waktu yang lalu saya pernah melihat pemilihan ratu kecantikan di televisi, semua wanita yang ada disitu cantik mendekati sempurna, dengan badan yg tinggi semampai, kulit halus tak bernoda, hidung bangir, mata indah, bibir merekah, dan semua detail tubuhnya yg membuat setiap orang terdecak kagum padanya. Dalam hal IQ mereka juga tidak sembarangan, jeblosan Universitas2 terkenal di negara nya masing-masing. Dan pada saat interview jawabannya harus yang “smart” untuk menunjukkan bahwa mereka pantas menyandang gelar ”Ratu” itu. Apakah wanita2 itu bukan Wonder Woman?

Jadi apakah Wonder Woman itu? Apakah wanita-wanita yang berjuang di medan perang untuk membela tanah air bahkan agamanya? Atau wanita yang merelakan kehidupan glamour dan memilih berkutat di pedesaan untuk menjadi guru, dokter atau pengabdi masyarakat kecil? Atau bahkan seorang Ibu yang berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan anaknya?

Banyak sekali deskripsi wanita-wanita super yg ada dikepala saya, sungguh saya tidak bisa menentukan mana yang lebih super diantara wanita-wanita itu. Jika saya bahas tentu tidak akan ada habisnya.

Tapi yang saya lihat di bait lagu Mulan Jameelah itu adalah seorang wanita yang tersiksa karna kekasihnya. Selama ini dia cukup bersabar yang dengan akhirnya dia menyadari bahwa kesabaran dia ada batasnya.

Hhhmmm benar-benar membuat saya geram, kalau tersiksa kenapa harus dipertahankan? Wanita adalah makhluk mulia. Dekat ke hati untuk dicintai, Dekat ke tangan untuk dilindungi. Wanita adalah sosok yang kuat, Wanita adalah sosok yang perkasa, Sungguh wanita bukanlah sosok yang lemah. Tapi kenapa masih ada laki-laki yang melecehkan wanita? Laki-laki dan perempuan bukanlah musuh yang saling merendahkan posisi dan menghinakan tugas. Keduanya adalah belahan tak terpisahkan dalam kemuliaan Nya.

Ternyata jawabannya tak semudah yg saya fikirkan.

Saya stop pemikiran saya saat ini, semua pasti akan berhubungan, dan semua pasti akan ada bantahannya. Bahagia lah wahai engkau wanita dengan segala kelebihan dan kekurangannya…

“Ni…kok bisa ya kita samaan lagi disini, gue gak jadi ke Batam, jd nya Acting Manager disini, sama kayak panji…”

Hmmm…kata-kata itu sepertinya biasa bagi orang yang mendengarnya, tapi bagi saya itu luar biasa. Sapaan dari seorang teman yang sama-sama meniti karir di tempat ini, sekarang melonjak jauh meninggalkan saya. Dia jauh umurnya dibawah saya, tapi diantara sesaknya persaingan di kantor yang mengharuskan pendekatan-pendekatan lain terhadap atasan, mereka bisa berhasil dengan mengandalkan kepintaran. Ya, kepintaran yang saya rasa saat ini dikalahkan oleh pengalaman…tapi 2 teman saya itu mampu melewatinya, terkagum-kagum saya melihatnya.

Beberapa tahun yang lalu saya masih ingat saat mereka menjadi anak baru dan mengalami perkenalan-perkenalan. Perkenalan dengan pekerjaan, pertemanan, ataupun dengan keadaan. Penatnya report yang diberikan, desakan dari atasan, itu semua mereka lewati dengan berlapang dada. Mengeluh itu pasti, tapi semua pekerjaan dilakukan dengan sungguh2 seolah-olah mereka hidup untuk bekerja. Diantara orang-orang yang ribut dengan kurangnya gaji ataupun jeleknya fasilitas, mereka tidak pernah menjadikan itu sebagai patokan untuk mengurangi semangat dalam bekerja. Dan bahkan salah satunya bisa melalui itu semua sambil meneruskan pendidikan nya di S2. Diantara itu semua mereka juga tidak pernah lupa selalu berserah diri kepada – Nya.

Waktu terus berjalan, dan ternyata kesempatan itu datang kepada mereka. Sekarang Adik-adik saya itu sudah menjadi seorang atasan yang di segani bawahan. Inshaallah mereka bisa menjalankan kewajiban ini dengan baik, menjadi atasan yang selalu menomor satukan kesejahteraan bawahan dan membangun interaksi baik dengan para atasan.

Kemarin malam saya merenung, akankah saya bisa seperti mereka jika diberikan kesempatan yang sama? Banyak yang menjadi pertimbangan saya…akhirnya saya menyadari perbedaannya…

Hhhh…Adik-adik ku…kalian Laki-laki inspirasiku, semoga kehidupan kalian terus begitu adanya, tetapkan target kalian, capai ambisi yg kalian ciptakan, jangan pernah menyerah dengan kesalahan, dan jangan pernah terbuai dengan indahnya jabatan.

Satu yang saya tambahkan, semoga kehidupan keluarga kecil yg kalian dambakan akan mendapat jalan yg indah dan Ridho Allah Yang Kuasa.

*Dedicated for RTR & PSO*

Seperti bayi yang baru bisa bicara, saya pun sedang mencoba untuk merangkai kata-kata baru di tempat ini. Setelah membuat gebrakan yg jarang sekali saya lakukan, saya mencoba merangkai lagi kata-kata yang ada di hati dan pikiran saya untuk menjadi sebuah tulisan, yang paling tidak menyejukkan hati jika sedang ingin merenungi kembali perjalanan hidup saya.

Semoga kata-kata pertama saya disini bisa berkembang terus menjadi kata-kata cantik dan bermakna. Bukan perubahan yang saya inginkan, hanya sedikit pengembangan. Saya tetap saya, selalu ceria dan apa adanya, Expresive teman-teman bilangnya…

But sometimes life has to move on…I have to move on…

Jika bagus rasanya, bolehlah sekedar salam, jika jelek terlihatnya, bolehlah memberikan pelajaran…salam Newbie…